SURVEY DATA KUANTITATIF DI INDONESIA

 Sebelum kita bahas beberapa data kuantitatif di Indonesia, pertama-tama kita cari tau dulu yuk... apasih data kuantitatif itu?

APA ITU DATA KUANTITATIF?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemdikbud, penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Sedangkan arti dari kuantitatif sendiri yaitu berdasarkan jumlah atau banyaknya. Maka bisa disimpulkan bahwa pengertian data kuantitatif adalah informasi yang didapatkan dari hasil penelitian bersifat terstruktur atau berpola dari suatu riset sehingga dapat dibaca lebih mudah oleh peneliti. 

Selain itu, data kuantitatif adalah jenis penelitian yang menyajikan informasi dalam bentuk angka atau data kualitatif diubah menjadi skoring (baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik =2 dan tidak baik = 1).

Seepert yang telah dibahas di atas, kita akan membahas tetang beberapa data kuantitatif di Indonesia.


BEBERAPA DATA KUANTITATIF DI INDONESIA

A. Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2024




Menurut laporan We Are Social, pada Januari 2024 ada 185 juta individu pengguna internet di Indonesia, setara 66,5% dari total populasi nasional yang berjumlah 278,7 juta orang. Pengguna internet di Indonesia awal tahun ini tercatat bertambah sekitar 1,5 juta orang atau naik 0,8% dibanding Januari 2023 (year-on-year/yoy). 

We Are Social juga menunjukkan, jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat dalam sedekade terakhir. Jika dibanding Januari 2014, jumlahnya saat ini sudah bertambah sekitar 141,3 juta pengguna. Dalam 10 tahun belakangan, tingkat pertumbuhan paling tinggi tercatat pada Januari 2017, di mana jumlah pengguna internet nasional melonjak 28,4% (yoy). Sementara, pertumbuhan paling lambat tercatat pada Januari 2023 yang hanya naik 0,6% (yoy). Meski begitu, masih banyak penduduk Indonesia yang belum terkoneksi internet. Menurut We Are Social, jumlahnya mencapai 93,4 juta penduduk per awal 2024, paling banyak ke-7 secara global.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan jumlah pengguna Internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya karena adanya keberhasilan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.


B. Media Sosial yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia 2024



Media sosial yang paling banyak digunakan adalah media whatsapp sebesar 90.9 %. Sedangkan waktu yang dihabiskan dalam menggunakan media sosial adalah media tiktok dengan waktu yang digunakan 38 jam, 2 menit dalam sehari. Berikut adalah alasan orang-orang menggunakan sosial media:

  1. Sebanyak 58,9% menggunakan sosial media untuk mengisi waktu luang.
  2. Sebanyak 57,1% menggunakan sosial media untuk berhubungan dengan teman dan keluarga.
  3. Sebanyak 48,8% menggunakan sosial media untuk mengetahui apa yang dibicarakan oleh orang lain.
  4. Sebanyak 47,9% menggunakan sosial media untuk mencari inspirasi tentang apa yang akan dilakukan atau produk.
  5. dan lain sebagainya.


C. . Data produk terlaris di Indonesia tahun 2024


Menurut perusahaan riset pasar Compas, produk fast-moving consumer goods (FMCG) banyak diburu di e-commerce Indonesia pada 2024. Compas meriset penjualan produk FMCG di beberapa e-commerce besar dalam negeri, yaitu Shopee, Tokopedia, dan Blibli. Riset dilakukan dengan metode online crawling atau penelusuran digital. 

Data yang dikoleksi berupa penjualan dari toko dengan rating 4 ke atas selama periode 13 Maret-9 April 2024. Menurut temuan mereka, nilai total penjualan produk FMCG di e-commerce tersebut mencapai Rp6,4 triliun pada Ramadan 2024. Pada produk FMCG kategori perawatan kecantikan meraih nilai penjualan tertinggi, yakni Rp2,9 triliun. Kemudian penjualan produk makanan dan minuman Rp1,8 triliun, produk kesehatan Rp1,01 triliun, dan produk ibu-bayi Rp642 miliar.


D. Data konsumen di setiap marketplace di Indonesia tahun 2024



Shopee menjadi platform belanja online yang paling banyak diminati konsumen Indonesia untuk belanja online, dengan proporsi 89%. Kemudian 51% responden berniat belanja online di Tokopedia, dan 41% berencana membeli produk di TikTok Shop pada tahun ini. Ada pula yang berencana belanja online di Lazada (34%), Facebook/Instagram Shops (19%), Bukalapak (9%), WhatsApp/Line for Business (9%), Blibli (7%), situs toko daring (5%), dan platform lainnya.

Survei ini juga mencatat, belanja online di Shopee lebih banyak diminati kalangan perempuan dengan proporsi 92%, dibanding laki-laki 85%. Kecenderungan serupa terjadi di TikTok Shop, dengan proporsi peminat dari kalangan perempuan 49% dan laki-laki 33%. Sebaliknya, Tokopedia lebih populer di kalangan laki-laki dengan proporsi 59% ketimbang perempuan 42%.

YouGov melakukan survei ini terhadap 2.136 responden di Indonesia pada Januari 2024. Seluruh responden berusia 18 tahun ke atas dan diasumsikan mewakili populasi pengguna internet nasional dari berbagai kelompok sosial-ekonomi.


E. Data saluran iklan digital yang paling banyak diakses konsumen


Iklan digital adalah segala bentuk materi promosi dan penjualan di ruang digital seperti situs web, media sosial, aplikasi, dan berbagai saluran lain yang bisa diakses secara online. Melalui iklan digital, perusahaan bisa memperkenalkan brand dan produk mereka ke target konsumen yang luas dengan biaya yang relatif lebih rendah dibanding iklan televisi atau iklan luar ruangan.

Pasalnya, sebanyak 49,5% pengguna internet global lebih suka menggunakan search engines sebagai alat utama untuk meriset produk, merek, dan layanan penjualan online. Setelah itu, sekitar 43,5% pengguna internet global suka melakukan riset produk lewat media sosial. Hal ini menjadikan media sosial sebagai saluran ikan digital paling efektif kedua. Kemudian sekitar 37,4% warganet global suka melakukan riset produk dengan membaca ulasan konsumen lain, 34,6% mengakses situs web perusahaan sebelum membeli, dan 28,5% mengakses situs web pembanding harga sebelum transaksi


Penutup

Bagaimana? setelah membaca blog ini, kalian dapat menambah wawasan kalian mengenai data kuantitatif serta beberapa contoh data-data kuantitatif di Indonesia. Semoga dapat membantu kalian dan bermafaat untuk kalian. Terimakasih sudah mengunjungi dan membaca blog ini, sampai jumpa di blog berikutnya...



Sumber:







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salam Kenal Bersama Frisca Frecylia

Pentingnya Belajar Digital Marketing

Happy Sandwich